Ibadah haji

88 Jemaah Nonkuota Asal Sumbawa Gagal Berangkat

Kompas.com - 01/11/2011, 16:14 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Sebanyak 88 orang jemaah calon haji asal Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, gagal berangkat menunaikan ibadah haji, karena tidak mengantongi visa dan paspor hingga batas waktu pemberangkatan terakhir jemaah ditutup Pemerintah Arab Saudi 31 Oktober lalu.

"Mereka dijanjikan berangkat hari Kamis (3/11), tapi para jemaah haji sudah melaksanakan wukuf di Arafah hari itu," ujar Suhaimi, dari Lembaga Studi Bantuan Hukum, Selasa (1/11/2011) sore di Mataram.

Suhaimi mendapat pengaduan dari para jemaah yang batal berangkat tersebut, dan kini mereka menginap di sebuah wisma di Mataram.

Menurut Suhaimi, mereka datang dari kampung asalnya ke Mataram 28 Oktober lalu, dan dijanjikan diberangkatkan ke Mekkah 29 Oktober pagi.

Mereka adalah jemaah nonkuota menggunakan jasa Kelompok Bimbingan Haji Indonesia (KBIH) di Sumbawa Besar, Ibu Kota Kabupaten Sumbawa. Mereka membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per orang.

Namun ketika hari yang dijanjikan tiba, para jemaah ini belum mendapat kepastian keberangkatan. Belakangan pihak KBIH menjanjikan, pemberangkatan dilaksanakan hari Kamis besok.

"Jika janji itu tidak ditepati, mereka akan memperkarakan, dan minta uangnya kembali," ujar Suhaimi yang pesimis bila keinginan jemaah yang ingin tetap berangkat bisa terwujud, mengingat kuota jemaah sudah ditutup Pemerintah Arab Saudi.

Dua kali

Suhaimi mengatakan, di antara para jemaah, ada yang mengaku untuk kali kedua dan ketiga gagal diberangkatkan oleh KBIH yang sama. Karena gagal berangkat tahun 2010, ada yang minta biayanya dikembalikan, ada pula yang urung mengambil biaya karena KBIH memastikan mereka berangkat tahun 2011 ini.

Kepala Bidang Haji Kanwil Kementerian Agama NTB, Usman, mengakui, belum mendapat laporan soal itu. "Para jemaah yang gagal berangkat itu tanggung jawab perusahaan. Kalau pun mereka bisa berangkat, tetap akan bermasalah, karena tidak bisa menunjukkan syarat-syarat administrasi," ungkap Usman.

Pihaknya jauh-jauh hari mengingatkan berkali-kali pada perusahaan tentang jumlah kuota yang didapat, selain penyelesaian persyaratan administrasi.

Upaya itu ditempuh, mengingat kejadian serupa terjadi pada tahun-tahun sebelumnya yang juga menimpa jemaah haji asal Kabupaten Sumbawa. Pada tahun 2010, sekitar 140 jemaah nonkuota tidak bisa menunaikan haji, karena KBIH tidak mendapat kuota.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau